Archives

gravatar

Mengatasi Masalah Pada StarUp Windows #4

Kerusakan pada file win.com

Saat booting windows 95/98 komputer Anda menampilkan pesan:
  • The following file is missing or corrupted: Win.com
  • The following file is missing or corrupted: Win.com
  • Program too big to fit in memory Cannot find Win.com, unable to continue loading Windows
  • Program too large
Penyebab :

Hal ini bisa terjadi bila file win.com mengalami kerusakan. Ukuran untuk file win.com yang tepat adalah sebagai berikut :

Windows 95: 22,679 bytes
Windows 95 OSR 2 24,503 bytes
Windows 98: 24,791 bytes

Solusi :

Untuk mengatasinya, Anda harus membuat file win.com baru dengan cara mengekstrak file win.cnf dari CD Windows. Langkah komplitnya sebagai berikut :
  • Ekstrak file win.cnf dari CD Windows ke folder C:\Windows. Adapun letak file win.cnf adalah : Pada Windows 95 terletak pada file Win95_03.cab Pada Windows 98 terletak pada file Win98_28.cab;
  • Setelah diekstrak kemudian gantilah nama win.cnf menjadi win.com. Caranya : ren c:\windows\win.cnf c:\windows\win.com;
  • Terakhir restartlah komputer Anda.


Permalink
gravatar

Mengatasi Masalah Pada StartUp Windows #3

Cannot Find a Device File...Vnetsup.vxd

Saat booting windows 95 komputer Anda menampilkan pesan:

Cannot find a device file that may be needed to run Windows or a Windows application.
The Windows registry or System.ini file refers to this device file, but the device file no longer exists. If you deleted this file on purpose, try uninstalling the associated application using its uninstall program or setup program. If you still want to use the application associated with this device file, try reinstalling that application to replace the missing file.
Vnetsup.vxd -atau- Dfs.vxd

Penyebab :
Kesalahan tersebut dapat terjadi bila Anda menghapus komponen Microsoft Network (pada properties Network).

Solusi :

  • Untuk mengatasinya, ikuti langkah-langkah berikut :

  • Buka registry (caranya klik tombol Start, pilih Run. Ketikkan regedit lalu klik OK). Hapuslah nilai StaticVxD pada subkey Vnetsup pada : HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlset\
    Services\VxD\vnetsup

    atau

    hapuslah nilai StaticVxD pada subkey DFS pada : HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlset\
    Services\VxD\dfs

  • Install dan hapus komponen Microsoft Network

  • Caranya : dari Control Panel klik dua kali pada Network. Klik Add - Adapter - Add lagi. Pada kotak Manufacturers, klik Detected Network Driver. Pada kotak Network Adapters, klik Existing NDIS2 Driver, dan terakhir klik OK. Setelah itu tutup Network. Bila Windows meminta restart, restartlah. Setelah itu masuk lagi ke Control Panel, klik dua kali pada Network. Klik network adapter lalu klik Remove. Terakhir klik OK. Biasanya komputer akan meminta Restart. Ikuti saja....


Permalink
gravatar

Mengatasi Masalah Pada StartUp Windows #2

Saat booting windows 95/98 komputer Anda langsung menampilkan tulisan : It's now safe to turn off your komputer"

Penyebab :
Hal ini karena file Vmm32.vxd atau wininit.exe mengalami kerusakan.

  1. Solusi : Anda harus meng-copy file wininit.exe dari cd Windows 95/98. Pada Windows 95 file wininit.exe terletak pada win95_11.cab. Untuk melakukan extract Anda dapat perlu masuk ke MS DOS Prompt lalu ketikkan extract . Bila Anda belum tahu perintah-perintah extract ketikkan extract /? lalu tekan enter.
  2. Setelah itu restart komputer Anda.
Membuat file vmm32.exe baru
  1. Restart komputer Anda. Untuk Windows 95, saat muncul tulisan "Starting Windows 95", tekan tombol F8, dan pilih Command Prompt Only. Untuk Windows 98, tekan terus tombol CTRL setelah komputer ANda melakukan Power On Self Test (POST), kemudian pilih Command Prompt Only.
  2. Setelah itu pidah ke folder Windows\System dengan cara mengetikkan : cd \windows\system.
  3. Ketikkan :ren vmm32.vxd vmm32.old
  4. Terakhir install lagi Windows 95/98.


Permalink
gravatar

Mengatasi Masalah Pada StartUp Windows #1

Bila windows tidak menampilkan desktop screen
Banyak masalah yang terjadi pada waktu booting. Untuk mengatasinya Anda perlu tahu apakah masalah itu terjadi sebelum komputer menampilkan Windows splash screen. Bila ya kemungkinan besar terjadi masalah pada hardware atau BIOS.
Bila windows tidak menampilkan desktop screen

Mungkin Anda pernah mengalami masalah seperti ini. Kompoter Anda sudah menampilkan splash screen tapi ditunggu sampai lama windows tidak juga menampilkan desktop screen. Untuk mengatasinya Anda perlu booting pada Safe Mode. Caranya, pada saat komputer selesai melakukan "proses" BIOS tekanlah tombol [Ctrl] sampai muncul berbagai menu pilihan. Setelah itu pilihlah Safe Mode. Jika Anda termasuk beruntung maka Anda bisa masuk windows sampai desktop screen. Klik kanan pada My Computer, pilih Properties. Pillih pada tab Device Manager. Bila Anda melihat tanda seru pada salah satu Device yang ada berarti terjadi "konfilk" device. Untuk itu Anda perlu men-disable hardware yang mengalami masalah. Setelah itu Anda bisa restart.


Permalink
gravatar

Reset Mikrotik Hardware RB 133C

Cara ini biasanya digunakan ketika permasalah yang

dihadapi cukup serius, misalnya:
• Tidak bisa login berdasar IP atau MAC Address, kasusnya misal interfacenya,
atau wlan nya terdisable.
• Tidak bisa direset menggunakan metode hardware, misal ngefreeze, nge hang dll.
Peralatan yang dibutuhkan:
1. Obeng, untuk membuka casing routerboard
2. Kabel serial
3. Routerboard
4. Antena dan Connector serta Adaptornya.
5. PC dengan OS Windows, Saya belum pernah coba pake linux
Prosedurnya adalah sebagai berikut:
1. Buka Casing Routerboard tersebut menggunakan Obeng yang telah disediakan
2. Pasang Connector dan Antenna ke Rb tersebut ( Agar radio tidak cepat rusak
maka sebaiknya Antenanya dipasang )
3. Pasang kabel Serial dan Hubungkan dengan Port COM pada cpu/ laptop
4. Tancapkan Adaptor pada Stop Kontak Listrik dan hubungkan ke routerboard
5. Buka Hyperterminal, lokasinya untuk Windows Xp berada pada Start–>Programs
–>Accessories—>Communications–>HyperTerminal . [Gb. 1]
6. Buat Koneksi dengan Port COM tersebut dan pilih kecepatannya. [Gb. 2]
7. Matikan power sebentar dan nyalakan lagi, maka Anda bisa login ke Mikrotik
Sesuai dengan Login User dan Password yang pernah dibuat. [Gb. 3]
8. Ketika sudah masuk bisa di cek log ataupun settingan yang mungkin salah atau
jalan terakhir masukkan perintah “setup” kemudian pilih “r” yang artinya kita
akan mereset konfigurasi yang pernah kita buat.[Gb. 4],
[Gb. 5]
9. Setelah kita Reset maka settingan mikrotik tersebut akan kembali ke default (user
= admin dan password = kosong )
10. Selamat Mencoba
CARA 2
Cara mereset disini adalah lebih ke sisi hardware,
dengan memanfaatkan jumper dan tombol reset
yang ada di board tersebut.
Untuk Rb 133 biasanya jumper reset berada pada
sebelah pojok, ada tulisan soft reset.
Sedang pada rb 532 tombol reset berada di dekat
led power
Adapun Prosedurnya adalah sebagai berikut:
1. Buka Box penutupnya dulu..masa tidak
dibuka gimana caranya mo ngreset manual? hehehhe…
2. Pada posisi hidup posisikan jumper reset pada kondisi closed (jumper nya
terpasang pada 2 kakinya) untuk rb 532 tinggal pncet tombol resetnya, maaf saya
tidak ada screenshotnya nih
3. Pada posisi tersebut matikan powernya dan tunggu beberapa saat
4. Nyalakan Power kembali, tunggu beberapa saat hingga proses booting kira-kira
selesai, kemudian cabut jumpernya dan kembalikan ke posisi awal (default)
5. Matikan kembali powernya, tunggu sebentar dan nyalakan kembali
6. Harusnya mikrotik tersebut sudah kembali ke posisi “default”
Ada seorang teman yang lagi getol banget belajar mikrotik terutama untuk keperluan
wireless system dan langsung praktek di lapangan dengan mengambil job-job instalasi
wireless dari perusahaan-perusahaan, kantor dan kampus.
Namun berhubung masih dalam taraf belajar banyak kendala yang dia hadapin di
lapangan, ada yang bersifat keteledoran semata, ada yang pemahaman kurang dan ada
yang kurang pengetahuan.
Kendala yang dihadapi pada pemasangan wireless pada umunya adalah:
1. Tidak mendapatkan signal
2. Interferensi
3. Pigtail yang kendor
4. Posisi antena yang kurang kencang sehingga geser-geser
5. dll
Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada instalasi wireless adalah:
1. SSID
2. Routing / Networking
3. Band / Frekuensi
4. Channel yang digunakan
5. Polaritas Antena
6. Security Profile, Acces list, enkripsi dll
7. Rate Power dan gain antena ( EIRP )
8. dll
Kebetulan jika kita memakai radio mikrotik ada “log” yang bisa kita gunakan untuk
memantau problem yang ada, dari misalnya ada usaha dari luar mau mencoba menembus
dengan authentikasi password, telnet, radio lain yang akan berasosiasi, interferensi,
disconnect dll.
Yang sering dialami adalah “extensive data loss” yang berarti bahwa interface lokal
melakukan drop koneksi terhadap remote device disebabkan ketidak mampuan untuk
mengirimkan data setelah terjadi berbagai kegagalan yang bisa disebabkan oleh signal
yang terlalu lemah, matinya (turn off ) remote device , interferensi yang tinggi dll
“Data from unknown device , sent deaut” Data frame dari device yang tidak
teregistrasi pada Akses point dengan mac address MAC diterima, kemudian AP akan
mengirimkan deauthentikasi ke device yang bersangkutan menandakan bahwa device
tersebut tidak lagi terhubung karena sudah terdrop pada tabel registrasi.
Sedangkan tool-tool pada mikrotik yang bisa kita gunakan untuk “melihat kondisi
sekitar” adalah “scan” dan “snooper”
Pernah juga seorang teman ketika melakukan setting beberapa titik yang terpusat pada
sebuah omni, dengan jenis radio mikrotik yang sama, dengan mode Ap Bridge-bridge
with wds ternyata meskipun sudah diberikan akses list MAC dari station tetangga yang
mengakses omni yang sama saing teregistrasi satu sama lain yang menyebabkan
hubungan antar radio tidak bisa di ping dan menurunnya performa network, dan ternyata
solusinya cukup mudah saja, masukkan MAC tetangga yang sering teregister (namun
tidak diinginkan ) dan mengganggu jaringan tersebut ke dalam connect list, namun
“unchek” pada bagian “connect”

Sumber: Ya Internet Laah!


Permalink